News

Perjuangan Berat 540 KM Itu Berbuah Juara

Perjuangan Berat 540 KM Itu Berbuah Juara

Perjuangan tim Regina Pacis Bajawa ini mewakili semangat #AZASemuaBisa. Mereka menempuh perjalanan 540 km sebelum jadi juara di Honda DBL seri NTT. Berikut adalah cerita mereka, seperti yang sudah dimuat sebelumnya dalam www.dbl.id

KUPANG - Tim putri SMA Regina Pacis Bajawa berhasil meraih juara Honda DBL East Nusa Tenggara Series untuk kali keempat. Bahkan gelar yang diraih tahun ini merupakan hattrick. Prestasi itu buah dari perjuangan mereka yang luar biasa.

Perjuangan yang luar biasa itu dimulai dari awal mereka berangkat menuju Kupang. "Perjuangan kami sangat sulit. Kami dari Bajawa naik truk kayu selama empat jam ke Aimere. Setelah itu kami ke Kupang pakai Ferry," ungkap Coach Rudolf Agroz usai pertandingan Sabtu malam (3/8).

Sebagaimana diketahui, SMA Regina Pacis Bajawa berada di Kabupaten Ngada. Jaraknya dari Kupang 540 km. "Kami harus menempuh perjalan darat dulu selama 4 jam menuju Pulau Ende. Setelah itu lanjut naik kapal Ferry selama 13 sampai 24 jam menuju pelabuhan kota Kupang," terang Rudolf.

Jika beruntung, ada kapal besar yang akan mengantarkan mereka ke Kupang. Dengan kapal itu waktu perjalanan bisa dipangkas hanya 10-14 jam. "Tapi jika tidak ada ya apa boleh buat. Kami harus menyebrang dengan kapal Ferry, butuh waktu sekitar 24 jam,” terang Rudolf. Itu pun kapal tak selalu singgah di Pulau Bajawa. Tergantung gelombang, sedang bersahabat atau tidak.

Setibanya di Kupang, perjuangan SMA Regina Pacis Bajawa belum berakhir. Mereka tak punya biaya lebih untuk menyewa hotel. Terpaksa harus menumpang di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB). Di sana mereka memasak sendiri untuk kebutuhan sehari-hari. "Kami bawa bekal yang dari desa untuk keperluan masak sehari-hari. Jadi mirip kegiatan pramuka gitu,” celetuk Rudolf seraya terkekeh. 

Tiap mengikuti kompetisi Honda DBL, SMA Regina Pacis Bajawa memang kerap terkendala biaya. “Soal dana memang kami seadanya saja. Bahkan pemberangkatan tim juga hasil urunan,” jelasnya. Rudolf selalu menekankan pada anak asuhnya bahwa basket bukan perkara menjadi juara atau tidak. "Tapi yang penting itu harus bisa mengalahkan diri kita sendiri. Melawan ego, emosi, dan menumbukan percaya diri,” jelasnya.

Tak hanya perjalanan menuju Kupang yang berat. Pertandingan yang harus dilalui tim ini juga terjal. Pada babak penyisihan, SMA Regina Pacis Bajawa menghadapi SMK Negeri 2 Soe. Beruntung mereka berhasil menang meyakinkan dengan skor 37-5.

Memasuki babak fantastic four, sang juara bertahan coba dijegal oleh tim kuat lainnya, SMAN 1 Kupang. Saling kejar poin terjadi. Sempat tertinggal, SMA Regina Pacis Bajawa akhirnya bangkit dan mengakhiri perlawanan SMAN 1 Kupang. SMA Regina Pacis Bajawa akhirnya melangkah ke babak final menantang SMAN 3 Kupang.

Di final yang dihelat di GOR Flobamora Kupang, Sabtu (3/8) malam, SMA Regina Pacis Bajawa berhasil keluar sebagai juara dengan mengalahkan SMAN 3 Kupang dengan skor 29-11. SMA Regina Pacis Bajawa pun tercatat telah memenangkan gelar Honda DBL East Nusa Tenggara Series empat kali. Tiga gelar di antaranya diperoleh beruntun (hattrick) dari 2017, 2018 dan 2019.

Kapten tim putri SMA Regina Pacis Maria Herlina Ingi mengaku dia dan teman-temannya sempat gugup di awal pertandingan final. Tetapi mental mereka sukses diperbaiki dan akhirnya tampil sebagai juara. "Saya selalu memberikan semangat kepada teman-teman saat kita berada dalam pertandingan. Saya bilang harus tetap semangat dan fokus. Hari ini kami juara dan kami sangat bahagia," ucap kapten tim, Maria Herlina Ingi. (AB)